Pendidikan adalah suatu proses untuk meningkatkan Potensi yang dimiliki oleh setiap manusia dengan adanya pendidikan maka akan meningkatkan kemampuan individu menjadi lebih baik daripada sebelumnya menjadi individu yang berkualitas baik dari segi akhlak maupun dari segi ilmu pengetahuan hal ini sesuai dengan apa yang di ungkapkan oleh Pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan berpendapat bahwa pendidikan seyogyanya melahirkan manusia-manusia tangguh yang siap menghadapi problema masa depan.
Sekolah menjadi salah satu tempat untuk melaksanakan pendidikan, mengajarkan ilmu pengetahuan, menggajarkan Akhlak, menanamkan nilai-nilai agama, sosial, etika dan Moral yang ada di dalam kehidupan Masyarakat. Arief rachman Mengatakan sekolah bagus adalah sekolah yang suasana belajarnya menyenangkan untuk Anak. Akan tetapi Saat ini sekolah bukan lagi tempat yang menyengkan bagi beberapa peserta didik hal ini di karnakaan Prilaku Bullying yang di lakukan peserta didik kepada peserta didik lainya. Prilaku Bullying ini sangat memperihatinkan bagi dunia pendidikan di indonesia Prilaku tersebut muncul di sekolah-sekolah baik di kota-kota besar bahkan sampai ke desa-desa. Hal tersebut berdampak pada semua pihak, termasuk ke peserta didik yang merasa tidak nyaman ketika proses pembelajaran berlangsung di sekolah. prilaku Bullying yang dilakukan secara terus menerus dapat mengakibatkan korban Bullying, Stres,Trauma bahkan meninggal dunia.
Perilaku Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “penindasan/risak”) merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Kita dapat melihat atau mengidentifikasi bullying melalui tiga ciri-ciri Bullying karakteristik berikut: disengaja (untuk menyakiti), terjadi secara berulang-ulang, dan ada perbedaan kekuasaan. Seorang pelaku bullying memang bermaksud menyebabkan rasa sakit pada korbannya, baik menyakiti fisik atau kata-kata atau perilaku yang menyakitkan, dan melakukannya berulang kali. Anak laki-laki lebih mungkin mengalami bullying fisik, sedangkan anak perempuan lebih mungkin mengalami bullying secara psikologis, walaupun jenis keduanya tentu cenderung saling berhubungan.
Prilaku Bullying ini biasanya dilakukan oleh peserta didik yang berasal dari status sosial yang lebih tinggi dari korbanya bahkan bukan hanya dari status sosialnya saja tetapi sering terjadi di karnakan si Pelaku Bullying ini memiliki kekuasaan di sekolah atau bahkan memiliki kelompok dengan jumlah yang besar hingga menyalahgunakan posisinya untuk membully temanya sendiri yang di anggap Lemah. Anak-anak yang menjadi korban bully sebagaian besar adalah anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu atau anak-anak yang yang berasal dari Masyarakat yang Terpinggirkan, anak-anak yang berpenampilan atau ukuran tubuh, berat Badan, warna kulit atau anak penyandang di sabilitas. Prilaku Bullying sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus untuk segera di carikan solusi terbaik agar perilaku tersebut tidak berkelanjutan dan menimbulkan korban-korban yang lebih banyak. Perilaku bullying yang terjadi di sekolah Menjadi tanggung jawab sekolah dan harus segera di tangani oleh semua Elemen sekolah, seperti Guru Bimbingan Konseling, Guru Agama, Waka Kesiswaan, Wali Murid dan pihak-pihak lain yang bersangkutan.
Langkah-Langkah Yang harus di Lakukan Oleh Guru dan Sekolah dalam mengatasi Prilaku Bullying Adalah: 1).Tanggapi kejadian itu dengan serius. 2). Hargai dan berterima kasihlah pada siswa tersebut karena telah melapor kepada Anda. 3).Yakinkan dia bahwa itu bukan salahnya.4).Tunjukkan empati.5).Bantu anak yang di-bully untuk membela dirinya sendiri – bahwa dia bisa mengatakan tidak suka jika dikerjai oleh temannya. 6). Tanyakan kepada anak tentang apa yang dapat dilakukan untuk membuat dia merasa aman. 7). Bicaralah dengan setiap anak yang terlibat dalam situasi ini secara terpisah. Hindari menyalahkan, mengkritik, atau meneriaki di depan wajah mereka. 8). Dorong dan hargai nilai kejujuran. 8). Pertimbangkan peran atau pengaruh ‘kelompok sebaya’. Bullying terkadang dilakukan oleh kelompok. Jika bullying dilakukan oleh seorang anak, dengan bantuan atau dukungan dari anak-anak lain, mereka semua juga harus menanggung konsekuensinya bersama, terutama agar mengetahui dampak perbuatan mereka kepada anak yang dibully, serta meminta maaf. 9). Ambil tindakan kepada pelaku bullying. Beritahu si anak, orang tuanya, dan kelas mengenai perkembangan kasusnya, dengan tetapi menghormati semua pihak. 10). Tindak lanjuti secara teratur dengan anak tersebut mengenai kemajuan yang dibuat mengenai masalah ini sesudahnya. 10). Jika perlu, carilah bantuan dari pihak eksternal. Ketika Anda menghadapi masalah yang parah atau signifikan yang tidak Anda ketahui cara mengatasinya, laporkan kepada guru konseling sekolah, atau pekerja sosial, atau psikolog. Anda mungkin perlu menghubungi Telepon Pelayanan Sosial Anak.
Prilaku Bullying sudah seharusnya di hilangkan dari dunia pendidikan, Prilaku Bullying sangat Menghambat proses belajar dan mengajar di sekolah dihilangkan dari sekolah agar terwujudnya pendidikan yang baik dan Optimal. Seperti yang yang menjadi tujuan Pendiri Muhmmadiyah yaitu K.H. Ahmad Dahlan pendidikan seyogyanya melahirkan manusia-manusia tangguh yang siap menghadapi problema masa depan, Perilaku Bullying Bahkan dilarang dalam Agama Islam sebagaimana Firman Allah SWT sebagai berikut:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q.S Al-Hujurat: 11)
Penulis: Nuryakin, S.Pd
Guru BK MTs Muhammadiyah Sukarame